Home » Magister » Magister Profesi

Magister Profesi

MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

 

A. IDENTITAS PROGRAM STUDI

Program Magister Psikologi Profesi Universitas Surabaya didirikan tahun 2004. Pendirian Program ini berdasarkan surat nomer 840/D2.2/2004, tertanggal 1 Juni 2004, yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Rekomendasi ijin operasional untuk pendidikan profesi diberikan oleh Pengurus Pusat Himpunan Psikologi (PP  Himpsi), dengan surat nomer  004/PP Himpsi.IP/IX/04, kemudian berdasarkan surat nomer 4885/D/T/2004 tanggal 31 Desember 2004 mendapat ijin penyelenggaraan program studi Magister Psikolog jenjang strata dua (S2) dari Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

 

B. VISI MISI MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI UNIVERSITAS SURABAYA

Program studi Magister Psikologi Profesi berada di bawah Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, sehingga visi program studi Magister Psikologi Profesi sama dengan visi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya yaitu :

 

Menjadi unggul dalam penyelenggaraan pendidikan psikologi dan menangani masalah perkotaan sesuai martabat kehidupan “.

 

Visi ini memiliki makna sosok fakultas Psikologi yg diidamkan untuk dicapai adalah institusi yg unggul di tingkat nasional dalam inovasi pembelajaran, pengembangan keilmuan, sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui penerapan psikologi dalam masalah perkotaan bagi kemaslahatan manusia.

 

Misi Program Pendidikan Magister Psikologi Profesi

Dalam rangka mencapai visinya, maka misi Magister Psikolog adalah menghasilkan Magister Psikolog yang mampu menangani masalah perkotaan secara profesional sesuai martabat kehidupan melalui penyelenggaraan pendidikan Magister Psikologi Profesi yang senantiasa melakukan inovasi pembelajaran, penelitian dan layanan kepada masyarakat.

C. TUJUAN PROGRAM MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

Dalam rangka menghasilkan Magister Psikologi Profesi yang etis-profesional, berkarakter handal, dan memiliki kompetensi dalam menangani masalah perkotaan, dilakukan upaya berupa penyelenggaraan :

1.   Iklim pembelajaran yang memberdayakan, mengutamakan  pendampingan individual, dan mengembangkan kepekaan multikultur.

2.   Proses pembelajaran yang mengembangkan keterampilan dalam menyelesaikan masalah individu, kelompok, dan komunitas dengan menerapkan pengetahuan psikologi melalui tindakan prevensi, intervensi, dan evaluasi, serta penelitian.

3.   Pembelajaran yang menggunakan model praktisi berbasis keilmuan psikologi untuk menyelesaikan masalah secara sistematik melalui pemberian layanan masyarakat.

 

D. KURIKULUM

Program Magister Psikologi Profesi berbasis model profesi-ilmuwan yang menggunakan pendekatan pemecahan masalah secara sistematis. Magister Psikologi Profesi mempersiapkan psikolog yang terampil dalam menangani problem manusia dan dapat menerapkan keterampilan serta pengetahuannya untuk melakukan asesmen, intervensi, pelatihan dan konsultasi serta penelitian  secara etis. Lulusan diharapkan mampu menangani permasalahan  pada level individual, organisasi, komunitas dan sistem.

 

Magister Psikologi Profesi menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dan menetapkan sasaran kompetensi yang hendak dikembangkan pada lulusan, yaitu :

 

Kompetensi etis (profesional dan interpersonal), yang dimaksudkan untuk mengembangkan kesadaran etis sebagai dasar berperilaku dalam lingkup profesional maupun interpersonal.

 

Kompetensi penelitian, yang dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi dalam merancang, mengo-perasionalisasikan, menganalisis, dan melaporkan hasil penelitian

 

Kompetensi asesmen psikologis, yang dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi dalam merancang, mengadministrasikan, menganalisis, dan melaporkan hasil asesmen psikologi (dengan penekanan pada level individu)

 

Kompetensi intervensi psikologis, yang dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi dalam merancang, melaksanakan, memantau, mengevaluasi, dan  melaporkan keefektifan intervensi psikologis (dengan penekanan pada individual)

 

Kompetensi pelatihan dan Konsultasi, yang dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi dalam melakukan analisis kebutuhan, merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keefektifannya (dengan penekanan pada level kelompok dan individual). Pelatihan dan konsultasi dilandasi kemampuan  membaca budaya kelompok/organisasi  dan atau setting social yang melandasi dilakukannya pelatihan, kompetensi konsultasi lebih memperhatikan keunikan karakteristik yang dihadapi, bukan sekedar entitas sosial.

 

Kompetensi soft skill seperti kemampuan komunikasi, empati, kerja sama, manajemen diri yang diharapkan dapat menjadikan lulusan Magister Psikologi Profesi Universitas Surabaya memiliki karakteristik etis profesional dan handal.

 

 

Program Magister Psikologi Profesi Universitas Surabaya , memiliki beban studi wajib sebanyak 48 sks. Beban sks ini dapat diselesaikan dalam waktu 4 semester Progam Magister Psikolog memiliki 3 peminatan  yaitu :

 

1. Psikologi Industri & Organisasi,

2. Psikologi Klinis, serta 

3. Psikologi Pendidikan.

 

Dalam rangka mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai agar mahasiswa dapat menyerap materi pembelajaran. Metode pembelajaran yang ditetapkan adalah 40 % teori dan 60 % praktik. Perkuliahan diselenggarakan, sebanyak 3x seminggu, mulai jam 16.30 sampai dengan 21.30.

 

Praktik dilakukan pada semester 1 di dalam kampus. Mulai semester II mahasiswa mengikuti praktik kerja profesi (magang) pada institusi yang membutuhkan kehadiran secara penuh (fulltime).

 

Praktik kerja dilakukan sesuai dengan peminatan. Pada peminatan PIO pemagangan dilakukan di perusahaan, peminatan pendidikan di sekolah/perguruan tinggi dan peminatan klinis di Rumah sakit Jiwa, Lembaga pemasyarakatan, maupun Dinas Sosial. Mahasiswa Magister Psikolog di magangkan di tempat pemagangan yang sudah menjalin MOU dengan Magister Psikolog, hal ini mengingat dalam proses praktik kerja/ pemagangan diperlukan 1 pembimbing eksternal (dari tempat magang) dan 1 pembimbing internal (dosen pembimbing)

 

Selama kuliah, mahasiswa wajib menangani 7 kasus setara 10 sks ( waktu praktek kerja 560-640 jam). 7 kasus ini akan diuji oleh HIMPSI  (Himpunan Psikologi Indonesia)